 | Fajar Nila | Jan 14, 2008 |
Aku cuma ingin menjadi seperti angin yang ada dimana saja dan pergi kemana saja, aku cuma ingin bebas sementara waktu tak bisa mengekang, seperti fajar nila yang datang kala hari redup dan senja jingga saat gerimis turun
: Oemar Terbang melayang dan menghilang di balik pekat mega-mega, membaur di antara serpih-serpih atmosfer keruh yang meresap melalui pori-pori kulit luar yang memang telah mati, mati mengering dan keriput. Berkatalah Oemar kepada Nya tentang atmosfer keruh yang membayang di langit matanya, lantang dia berteriak, geram... Oemar, sepertinya Dia tak mendengarmu, atau Dia tak mau mendengarmu. Jadilah Oemar, lelaki tua keriput yang mengering, kering... Duduk di mobil Mercedes tua yang asap knalpotnya hitam sehitam hidupnya, di tangannya, telepon genggam dan sebatang ganja. Oemar lalu terbang melayang dan menghilang di balik mega-mega, sekejap saja dia sudah terlihat duduk bersantai di sebelah kiri Nya... Amien... Nanggroe Atjeh, 010708 Dwi Rastafara
|  | Masih tentang keindahan setiap lekuk tubuh wanita...
Some photos by Nepatya Photoholic View photos by Dwi Rastafara |
|  | Jangan dilihat dari ketabuannya tapi lihatlah dari segi keindahannya bahwa setiap wanita memang di takdirkan memiliki segi keindahan dari tiap lekuk tubuhnya... Menurut anda bagaimana...???
Photos by Me Some photos by Nepatya Photoholic |
|  | Taman Sari, selalu memberikan kepuasan jika datang ke tempat ini... |
They walk under the burning sky, bring the anger in their heart. They angry, they hate about what the government do. They doesn’t want anything, they just need an equal of their life but the government doesn’t know what they want, actually, the government doesn’t want to know what they want. It’s so ironic, they seem like live in hell, it’s hard to do but they can’t do anything, they just can scream what they feel and take the reality that they really live in hell. Today they walk under the burning sky, bring the anger in their heart and screaming their hates to the government, but after that, they gone, nobody know where are they, they dead, dead… Batavia, 270508 Dwi Rastafara http://petak-tujuh.blogspot.com
Mungkin karena aku terlalu mengagumimu, aku cukup mengerti arti senyummu, juga hidupmu. Bisakah tak lagi menjadi bayanganku yang selalu lekat di ujung kakiku, tak lagi menghantui pikiranku hingga aku benar-benar bisa melepasmu. Melupakanmu adalah terbaik buatku dan semoga kau takkan pernah tau kemana aku pergi. Jika gerimis itu kembali turun dan anginnya menggugurkan daun-daun, rasakanlah basahannya dan repihan daun kering itu di genggam tanganmu, aku hanya ingin menyapamu... Bangka, 210508 Dwi Rastafara
/1/ Benarkah, jika jalan-jalan itu hanya bisa kita ingat ketika rindu? Benarkah, jika jalan-jalan itu hanya akan menjadi cerita ketika kita tak lagi bersama, ketika bosan bersarang di benak yang seharusnya tak menemukanmu juga aku di sini. Lalu kegamangan kembali menelusup pelan seiring denyut nadi dan detak jantung. Kita hanya bisa beradu pandang dengan nanar mata semerah senja dan terdiam seperti jalan yang penuh guguran daun-daun kering, sepi...
/2/ Sesal berjingkat riang di atas hati kita, mengusir semua yang kita punya hingga kita terseok menahan goresan luka di kaki perasaan.
/3/ Sesepi apakah taman itu ketika kulihat kau terduduk sendiri di bawah derai gerimis? Segempita apakah hatimu ketika kau tukar waktumu untuk tak tetap bersama? Bukan sekedar untukku, sebenarnya, tapi juga kerena berjuta kata yang mengantri di belakangku, yang tak sabar ingin terlontar agar kau tau seperti apakah kita, hanya agar kau tau...
/4/ Lalu jalan-jalan itu tetap diam sebisu bibir kita dan kita hampir tak pernah tau, seperti apakah kita, seperti apa...
Bangka, 190508 Dwi Rastafara
 | Gamang | Apr 29, '08 11:48 PM for everyone |
Seperti kau yang sekelebat melintas dan ku kembali tergugu. Katakan padaku, setakut apa aku ketika kau lihat geletar seluruh nadiku, gemetar... gamang...
Tabanan-Bali, 300408, 02.00am Dwi Rastafara http://petak-tujuh.blogspot.com
Kata, terakhir terucap pada malam yang larut dalam dingin hujan. Kau pergi, aku juga akan pergi. Tapi tunggu sebentar lagi, sebentar lagi...
Biar ku pandangi dulu langit malam ini, biar ku cium udara lembab ini, biar ku reguk dulu racunmu agar aku tertidur di perjalanku. Lalu mati...
Mungkin seucap sayonara cukup untuk kita, mungkin untuk kita bisa jumpa lagi, jika aku tak pulas tertidur dan tak lupa lekuk tubuhmu juga manis getir birahimu kala kita berpeluh.
Makassar, 140408 Dwi Rastafara
|  | Tinggal klik, lihat dan beri ocehan2 sekenanya...ok... |
 | Bunga | Apr 12, '08 1:57 PM for everyone |
Ranum warna kelopakmu terbias bak pelangi di bening rinai gerimis yang sedikit deras. Mengalur, mencoreng di lelangit pucat kelabu, nyaris senja. Mentari sebentar lagi tenggelam, semilir angin menebar wangimu di udara lembab, berkabut. Tunggu malam yang sebentar lagi bergulir lalu mekar di bawah pekat warna merah wajah rembulan, lagi dan terus menanti detik-detik yang juga bergulir meniti penghabisan hari. Seperti kemarin atau hari-hari lalu hingga tiba hari dini. Bukan lebah atau kumbang yang mengitarimu kala gelap mayapada. Bukan kupu-kupu yang menyunting putik-putikmu di bawah merah wajah rembulan. Namun ngengat yang terbang menggoda di bawah kuning temaram lampu jalanan. Ranum kelopak yang tak lagi terbias seperti pelangi di bawah terangnya, berbias lelah, risau... Tegar kau pandang kisah yang kau lewati hari ini yang nyaris dapat kau reka-reka, seperti telah kau tulis di agendamu, seperti telah kau rencana. Lalu sesekali kau palingkan wajah ke langit malam, entah doa atau harap kau ucap. Hanya bibir semerah rembulan yang sedari tadi bergumam lirih. Ranum warna kelopak yang sesore tadi berbias pelangi, kini pucat di bawah langit subuh yang sebentar lagi tiba. Dan kau, lelah tertidur dengan peluh yang tak hilang oleh buih-buih sabun... Lelah... Makassar, 0408 Dwi Rastafara
|  | Jogja... I love you... |
 | Beat | Mar 28, '08 2:37 PM for everyone |
| surrender andra&thebackbone | | | | | |
|  | Foto-foto temen-temen BuMa Jogja: Om Budhi Setyawan, Pak De TSP, Malaikat Kecil, Tutut dan saya... |
 | Terima Kasih Sudah Berkunjung | |
 |
Thanks atas kunjungannya,,,,,,,,,,,,,,,,, Isi dari Your site is amazing |
 |
thanks ya udah lewat di MP koe... lam kenal ajah |
 |
tengkiu for the visit... ;) wah, itu pic made by ur self?? ckcckckck.... |
 |
yo ooo.what shup gays..h r u today? |
 |
peace bro.......kok cm ngintip bro??? |
 |
poagi..mana nich rastanya kok kosongan he he eh |
 |
mampir ach~~~~~~~~~~~ lam knln ya~~~~~~~~~!!!!!!!!!!! |
 |
Haluu.... ini siapa yah?? |
 |
thanks Dwi untuk invitationnya. |
 |
senam dulu ya...  biar sehat...  biar kuat...  biar semangat...  biar urat ga tegang...  senam teruuus sampe pagiii...    |
 |
ya terima kasih sudah berkunjung... Salam...:) |
 |
halo bang dwi...! numpang lewad ya...! sekalian baca2 + liat2. jangan lupa kunjungan balik na yaaa...!  salam hangat...!   :O_^V ! |
| |