Selamat Datang Di Halaman Depan Petak Tujuh...

Blog EntrySeperti ApaMay 19, '08 7:17 AM
for everyone

/1/

Benarkah, jika jalan-jalan itu

hanya bisa kita ingat

ketika rindu?

Benarkah, jika jalan-jalan itu

hanya akan menjadi cerita

ketika kita tak lagi bersama,

ketika bosan bersarang di benak

yang seharusnya tak menemukanmu

juga aku di sini.

Lalu kegamangan kembali

menelusup pelan seiring denyut nadi

dan detak jantung.

Kita hanya bisa beradu pandang

dengan nanar mata semerah senja

dan terdiam seperti jalan

yang penuh guguran daun-daun kering,

sepi...


/2/

Sesal berjingkat riang di atas hati kita,

mengusir semua yang kita punya

hingga kita terseok menahan goresan luka

di kaki perasaan.


/3/

Sesepi apakah taman itu

ketika kulihat kau terduduk sendiri

di bawah derai gerimis?

Segempita apakah hatimu

ketika kau tukar waktumu

untuk tak tetap bersama?

Bukan sekedar untukku, sebenarnya,

tapi juga kerena berjuta kata

yang mengantri di belakangku,

yang tak sabar ingin terlontar

agar kau tau seperti apakah kita,

hanya agar kau tau...


/4/

Lalu jalan-jalan itu tetap diam

sebisu bibir kita

dan kita hampir tak pernah tau,

seperti apakah kita,

seperti apa...


Bangka, 190508

Dwi Rastafara


dnanta wrote on May 19, edited on May 19
ah.. bagus.

bagus banget malah.

belom pernah nemu sajak kyk gini di mp.. :)
ekohm wrote on May 19
hmmm...! (ga ada kata yang spesial hari ini)
inkanesya wrote on Oct 23
seperti apa bila kondisinya seperti itu?
apakah memang tak ada yang dapat dilakukan?
ekohm wrote on Oct 23
lanjut
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help