Mungkin karena aku terlalu mengagumimu,
aku cukup mengerti arti senyummu,
juga hidupmu.
Bisakah tak lagi menjadi bayanganku
yang selalu lekat di ujung kakiku,
tak lagi menghantui pikiranku
hingga aku benar-benar bisa melepasmu.
Melupakanmu adalah terbaik buatku
dan semoga kau takkan pernah tau
kemana aku pergi.
Jika gerimis itu kembali turun
dan anginnya menggugurkan daun-daun,
rasakanlah basahannya
dan repihan daun kering itu
di genggam tanganmu,
aku hanya ingin menyapamu...
Bangka, 210508
Dwi Rastafara