: Oemar
Terbang melayang dan menghilang
di balik pekat mega-mega,
membaur di antara serpih-serpih
atmosfer keruh yang meresap
melalui pori-pori kulit luar
yang memang telah mati,
mati mengering dan keriput.
Berkatalah Oemar kepada Nya
tentang atmosfer keruh
yang membayang di langit matanya,
lantang dia berteriak, geram...
Oemar, sepertinya Dia tak mendengarmu,
atau Dia tak mau mendengarmu.
Jadilah Oemar, lelaki tua keriput
yang mengering, kering...
Duduk di mobil Mercedes tua
yang asap knalpotnya hitam sehitam hidupnya,
di tangannya, telepon genggam
dan sebatang ganja.
Oemar lalu terbang melayang dan menghilang
di balik mega-mega,
sekejap saja dia sudah terlihat
duduk bersantai di sebelah kiri Nya...
Amien...
Nanggroe Atjeh, 010708
Dwi Rastafara